IPM Sambas terendah di Kalbar
Jumat, 30 Maret 2012 20:11 WIB

TRIBUN PONTIANAK/SUHENDRA
Bupati Sambas Juliarti Djuhardi Alwi dipeluk anggota DPRD Sambas sebagai bentuk ucapan selamat, usai dilantik Gubernur Kalbar Cornelis di kantor DPRD Sambas, Senin (13/6).
Bupati Sambas Juliarti Djuhardi Alwi dipeluk anggota DPRD Sambas sebagai bentuk ucapan selamat, usai dilantik Gubernur Kalbar Cornelis di kantor DPRD Sambas, Senin (13/6).
Berita Terkait
- Kadiskes: ISPA Masih Tinggi di Sambas
- Hipmi Rangkul Tokoh Politik Nasional
- Warga Lorong Putus Khawatir Abrasi
- Rilis Novel Fenomena Kerusuhan Sambas 1999
- Luas Izin Lokasi PT SAM 7.600 Hektare
- Polsek Galing Masih Selidiki Kasus Pemukukan
- DPRD Sambas Beri Rekomendasi atas LKPj Bupati
- Peringatan Hari Jadi Sambas Dirangkai Festival Budaya…
- Sambas Rencana Dirikan Pabrik Sawit
- 73 Orang Diklatpim LAN Studi Lapangan di Sambas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Bappeda Kabupaten Sambas, Tamhiriani mengatakan berbagai terobosan yang akan dilakukan Pemkab Sambas untuk menaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sambas diantaranya peningkatan infrastruktur dasar dan peningkatan perekonomian masyarakat.
"Kita ketahui bahwa saat ini IPM Kabupaten Sambas masih terendah diantara 14 kabupaten kota lain. Ada dua aspek yang membuat IPM kita rendah yaitu angka harapan hidup diantaranya kematian ibu dan anak serta usia lama sekolah yang rendah," ujar Tamhiriani kepada Tribunpontianak.co.id, di ruang kerjanya, Jumat (30/3/2012).
Dikatakan, infrastruktur dasar selain sarana dan prasaran jalan juga infrastruktur kesehatan seperti Puskesmas maupun Poskesdes.
"Kalau sarana jalan rusak atau puskesmas tidak memadai maka menjadi faktor penyebab angka kematian ibu dan anak, dan untuk itu pembangunan infrastruktur jalan harus dilakukan serta meningkatkan kapasitas puskesmas dan poskesdes serta posyandu setempat," katanya.
"Kita ketahui bahwa saat ini IPM Kabupaten Sambas masih terendah diantara 14 kabupaten kota lain. Ada dua aspek yang membuat IPM kita rendah yaitu angka harapan hidup diantaranya kematian ibu dan anak serta usia lama sekolah yang rendah," ujar Tamhiriani kepada Tribunpontianak.co.id, di ruang kerjanya, Jumat (30/3/2012).
Dikatakan, infrastruktur dasar selain sarana dan prasaran jalan juga infrastruktur kesehatan seperti Puskesmas maupun Poskesdes.
"Kalau sarana jalan rusak atau puskesmas tidak memadai maka menjadi faktor penyebab angka kematian ibu dan anak, dan untuk itu pembangunan infrastruktur jalan harus dilakukan serta meningkatkan kapasitas puskesmas dan poskesdes serta posyandu setempat," katanya.
Penulis : Suhendra Yusri
Editor : Bowo
Sumber : Tribun Pontianak
