A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Toko Singkawang Kebanjiran Pembeli - Tribun Pontianak
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 28 Agustus 2014
Tribun Pontianak

Toko Singkawang Kebanjiran Pembeli

Rabu, 28 Maret 2012 20:40 WIB
Toko Singkawang Kebanjiran Pembeli
TRIBUN PONTIANAK/STEVEN GREATNESS
Seorang warga Tionghoa sedang melaksanakan sembahyang di kubur seorang keluarganya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Pedagang perlengkapan alat sembahyang meraup keuntungan puluhan juta selama perayaan Ceng Beng yang dimulai sejak Rabu (21/3/2012) atau bulan 2 tanggal 29 penanggalan Imlek dan berakhir pada Rabu (4/4/2012) mendatang atau bulan 3 tanggal 14 penanggalan Imlek.

Pantauan Tribunpontianak.co.id, puluhan toko yang menjual peralatan sembahyang di Singkawang tidak pernah sepi. Perlengkapan sembahyang yang paling banyak dibeli masyarakat Kota Singkawang yang sebagian besar masih menganut ajaran Tri Dharma di antaranya kertas sembahyang atau Nyun Kho (dialek Hakka), dupa, lilin, serta replika kebutuhan sehari-hari lainnya.

Pemilik Toko 168 Jl Sama-sama, Ahiung, mengatakan sejak masuk musim Ceng Beng, tokonya mampu menjual sekitar 30 bungkus besar kertas sembahyang (Nyun Kho) dalam waktu sehari. Sebungkus besar kertas sembahyang  terdapat 5 ikat nyun kho dan seikat berisi 6 buah nyun kho. Sedangkan sebungkus besar nyun kho dijual dengan harga sekitar Rp 190 ribu.

Oleh karena itu, Ahiung mengaku sehari omzet penjualan yang diperoleh sekitar Rp 10 juta selama perayaan Ceng Beng atau sembahyang kubur.

"Untuk omzet penjualan kertas sembahyang saja sehari bisa Rp 6 juta. Apabila ditambahkan dengan penjualan perlengkapan sembahyang lainnya seperti dupa, lilin, atau replika kebutuhan sehari-hari bisa mencapai sekitar Rp 10 juta," ujarnya kepada Tribunpontianak.co.id, Selasa (27/3/2012). 
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
13916 articles 10 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas