• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Pontianak

Toko Singkawang Kebanjiran Pembeli

Rabu, 28 Maret 2012 20:40 WIB
Toko Singkawang Kebanjiran Pembeli
TRIBUN PONTIANAK/STEVEN GREATNESS
Seorang warga Tionghoa sedang melaksanakan sembahyang di kubur seorang keluarganya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Pedagang perlengkapan alat sembahyang meraup keuntungan puluhan juta selama perayaan Ceng Beng yang dimulai sejak Rabu (21/3/2012) atau bulan 2 tanggal 29 penanggalan Imlek dan berakhir pada Rabu (4/4/2012) mendatang atau bulan 3 tanggal 14 penanggalan Imlek.

Pantauan Tribunpontianak.co.id, puluhan toko yang menjual peralatan sembahyang di Singkawang tidak pernah sepi. Perlengkapan sembahyang yang paling banyak dibeli masyarakat Kota Singkawang yang sebagian besar masih menganut ajaran Tri Dharma di antaranya kertas sembahyang atau Nyun Kho (dialek Hakka), dupa, lilin, serta replika kebutuhan sehari-hari lainnya.

Pemilik Toko 168 Jl Sama-sama, Ahiung, mengatakan sejak masuk musim Ceng Beng, tokonya mampu menjual sekitar 30 bungkus besar kertas sembahyang (Nyun Kho) dalam waktu sehari. Sebungkus besar kertas sembahyang  terdapat 5 ikat nyun kho dan seikat berisi 6 buah nyun kho. Sedangkan sebungkus besar nyun kho dijual dengan harga sekitar Rp 190 ribu.

Oleh karena itu, Ahiung mengaku sehari omzet penjualan yang diperoleh sekitar Rp 10 juta selama perayaan Ceng Beng atau sembahyang kubur.

"Untuk omzet penjualan kertas sembahyang saja sehari bisa Rp 6 juta. Apabila ditambahkan dengan penjualan perlengkapan sembahyang lainnya seperti dupa, lilin, atau replika kebutuhan sehari-hari bisa mencapai sekitar Rp 10 juta," ujarnya kepada Tribunpontianak.co.id, Selasa (27/3/2012). 
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas