Banjir di Sintang, Sekolah Boleh Libur
Minggu, 18 Maret 2012 18:26 WIB

TRIBUN PONTIANAK/MUHAMMAD ARIEF PRAMONO
Anak-anak bermain di tengah bajir yang terjadi Semelagi, Singkawang, Rabu (4/1/2012).
Anak-anak bermain di tengah bajir yang terjadi Semelagi, Singkawang, Rabu (4/1/2012).
Berita Terkait
- PATRI Gelar Baksos dan Tanam Pohon
- Banjir dan Perilaku Tak Ramah Lingkungan
- Polisi Dalami Indikasi Penyimpangan Proyek Gedung…
- LIRA Nilai Kejari Tak Serius Tangani Kasus Korupsi
- Rosmawati: Aktivitas Koperasi Sintang Rendah
- Diskes Kubu Raya Turunkan Tim ke Desa
- Asperindo: Kerugian Ditaksir Rp 800 Juta Per Hari
- Banjir di Cikini, Arus Lalulintas Macet
- Lima Dusun Terendam Banjir
- 41 Rumah Terendam Banjir di Ambawang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sintang, YAT Lukman Riberu mengatakan, dirinya memberikan kebijakan sepenuhnya kepada kepala sekolah untuk meliburkan anak didiknya masing-masing jika kondisi air sudah membahayakan keselamatan para siswa-siswi selama mengikuti proses belajar mengajar.
"Dengan kondisi banjir seperti ini, kita dari Disdik memberikan wewenang sepenuhnya kepada setiap sekolah yang sudah tergenangi air banjir. Apabila kondisi dilingkungan sekolah sudah tidak memungkinkan untuk melakukan proses belajar mengajar seperti biasanya maka boleh diliburkan." Ucap Lukman, Minggu (18/3/2012).
Lumkan mengatakan, banjir seperti ini merupakan agenda tahunnan yang sering melanda di beberapa wilayah di Kabupaten Sintang. Terlebih Sekolah-sekolal yang berada di sekitar pingiran sungai.
"Dengan kondisi banjir seperti ini, kita dari Disdik memberikan wewenang sepenuhnya kepada setiap sekolah yang sudah tergenangi air banjir. Apabila kondisi dilingkungan sekolah sudah tidak memungkinkan untuk melakukan proses belajar mengajar seperti biasanya maka boleh diliburkan." Ucap Lukman, Minggu (18/3/2012).
Lumkan mengatakan, banjir seperti ini merupakan agenda tahunnan yang sering melanda di beberapa wilayah di Kabupaten Sintang. Terlebih Sekolah-sekolal yang berada di sekitar pingiran sungai.
Penulis : Edi Hendi
Editor : Bowo
Sumber : Tribun Pontianak
