• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Pontianak

Awas! Badai Matahari Ancam Bumi

Kamis, 8 Maret 2012 11:25 WIB
Awas! Badai Matahari Ancam Bumi
NET
Ilustrasi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, WASHINGTON - Dua ledakan yang menghasilkan cahaya terang di permukaan matahari memicu badai geomagnetik dan radiasi terbesar yang pernah dihadapi bumi dalam lima tahun, kata beberapa ahli cuaca antariksa.

Badai yang diperkirakan sampai ke bumi Kamis pagi waktu AS dan berlangsung sampai Jumat tersebut sudah memaksa beberapa perusahaan penerbangan mengubah jalur mereka di sekitar wilayah kutub.

Badai itu juga dapat mengganggu pasokan listrik, Global Positioning System (GPS), satelit dan barang-barang elektronik paling berharga di bumi. Peristiwa tersebut mungkin juga akan memberikan pemandangan aurora borealis atau cahaya utara bagi orang di beberapa bagian Asia Tengah yang memandangi langit pada Kamis malam.

"Cuaca antariksa telah menjadi sangat menarik selama 24 jam belakangan," kata Joseph Kunches, ilmuwan cuaca antariksa di National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), seperti dikutip Kantor Berita AFP pada Rabu (7/3/2012).

Kehebohan itu berawal Ahad larut malam di satu wilayah aktif matahari yang dikenal sebagai 1429.

Di wilayah aktif itu ada letupan api atau suar surya besar yang berkaitan dengan semburan plasma dan angin matahari yang dikenal sebagai penyemburan massa korona (Coronal Mass Ejection/CME) yang meluncur ke arah Bumi dengan kecepatan empat juta mil (6.4 juta kilometer) per jam.

Suar surya lain dan CME terjadi pada pukul 00:24 GMT (07:24 WIB) pada 7 Maret, memicu badai radiasi kuat geomagnetik dan matahari, keduanya pada tingkat tiga dalam skala lima tingkat.

Badan Antariksa dan Penerbangan Nasional AS (NASA) menyatakan letupan kedua merupakan salah satu yang terbesar dalam lingkaran yang dikenal sebagai solar minimum, yang mulai terjadi pada awal 2007, dan cuma berada sedikit di belakang peristiwa lebih kuat yang meletus pada Agustus.

"Peningkatan saat ini dalam jumlah letupan klas-X adalah bagian dari lingkaran normal 11 tahun matahari. Selama itu, kegiatan di matahari berubah jadi solar maximum, yang diperkirakan mencapai puncaknya pada penghujung 2013," kata badan antariksa AS tersebut.

Suar surya saja, menurut NOAA, bisa menyebabkan gangguan singkat pada frekuensi radio tinggi, yang sekarang sudah berlalu. Badai itu tampaknya "yang paling kuat sejak Desember 2006", kata Kunches, tapi gangguan frekuensi radio yang lebih kuat terjadi Agustus lalu.

Satelit, jaringan listrik dan bahkan astronot di Stasiun Antariksa Internasional bisa terpengaruh oleh badai radiasi tersebut, yang mungkin membuat mereka harus mencari tempat berlindung yang lebih aman di laboratorium yang mengorbit seperti pada masa lalu.

Beberapa ahli lebih memberikan perhatian dampaknya terhadap satelit dan GPS karena sekarang dunia lebih banyak bergantung pada kedua teknologi itu dibanding saat kejadian terakhir.

Badai antariksa bukan sesuatu yang baru. suar surya besar dicatat oleh ahli astronomi Inggris Richard Carrington tahun 1859. Suar surya sangat besar tahun 1972 memutuskan komunikasi telepon jarak jauh di Illinois, kata NASA.

Menurut NASA, letupan api serupa terjadi tahun 1989, "membangkitkan badai geomagnetik yang mengganggu transmisi pembangkit listrik" dan memadamkan listrik wilayah Quebec, Kanada. (*)
Sumber: Antara
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
12761 articles 10 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas