Teten: Koruptor Memperkaya Diri

Justru partai politik berdiri di depan untuk melakukan pembelaan-pembelaan untuk kadernya yang tersangkut kasus korupsi

Tayang:
Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Transparansi Internasional Indonesia, Teten Masduki mengemukakan, politisi korup di Indonesia individualis. Sifat individualis politisi korup ini menjadi ciri khas korupsi di Indonesia.

"Korupsi memang bukan fenomena di Indonesia saja tetapi juga di negara-negara lain bahkan yang demokrasinya berkembang. Namun, korupsi di Indonesia agak berbeda. Politisi korup tidak hanya untuk kepentingan dan kekuatan politiknya tetapi untuk memperkaya diri," ujar Teten dalam diskusi panel Kompas, Selasa (28/2/2012).

Teten yang hadir sebagai moderator mengemukakan, menurut Global Corruption Barometer, partai politik, institusi hukum, dan parlemen merupakan lembaga-lembaga yang paling potensial melakukan korupsi.

"Reformasi dan demokratisasi semula diharapkan membawa perbaikan. Tetapi, yang terjadi di luar yang kita bayangkan," ujar Teten.

Untuk korupsi para politisi dan di partai politik, Teten tidak melihat ada upaya pimpinan partai politik untuk mencegah. Pemimpin partai politik tidak menonjol ikut atasi problem korupsi.

"Justru partai politik berdiri di depan untuk melakukan pembelaan-pembelaan untuk kadernya yang tersangkut kasus korupsi," ujar Teten.

Untuk kenyataan ini, Teten menyebut amat wajar ada anggapan partai politik sebagai bungker koruptor.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved