Sport Blitz

Tenis Jadi Ajang silaturahim

enis juga bisa mendukung pekerjaan saya. Ketika ada hal-hal yang perlu kita bicarakan bisa sekalian saat bertemu rekan-rekan di lapangan

Tayang:
Penulis: admin |
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Bermain tenis lapangan ternyata tidak sekadar untuk kepentingan kesehatan atau menghabiskan waktu luang semata. Permainan ini juga menjadi tempat bersosialisasi dan tentunya akan merubah gaya hidup seseorang. Jika dulunya begitu susah mencari teman yang sepaham, maka melalui tenis keadaan akan berlaku terbalik. Permainan dengan mengandalkan teknik dan fisik ini ternyata bisa mempengaruhi kinerja seseorang.

Setidaknya Komandan Kodim (Dandim) 1203 Ketapang, Letkol Inf Agus Prasetyo, telah merasakan hal itu. "Tenis juga bisa mendukung pekerjaan saya. Ketika ada hal-hal yang perlu kita bicarakan bisa sekalian saat bertemu rekan-rekan di lapangan. Mereka kan dari berbagai kalangan dan profesi, ada guru, pegawai instansi, polisi dan masyarakat umum. Jadi bisa sekalian silaturahmi," kata Dandim.

Untuk dukungan khususnya dari pihak keluarga, Agus mengatakan sangat positif. Sang istri beralasan bahwa apa yang dilakukannya untuk kebaikan sendiri.  "Istri sangat setuju kalau saya main tenis. Daripada saya melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat lebih baik olahraga, badan sehat, kawan juga bertambah banyak," katanya.

Dandim mengatakan, tenis menjadi rutinitas yang begitu susah ditinggalkan terutama pada jadwal mulai Selasa, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu. Usai bertugas, Ia akan meraih raketnya kemudian bermain dengan siapa saja yang hadir di lapangan.

"Dalam beberapa hari ini, saya ikut turnamen memeriahkan Imlek. Alhamdulillah saya menang terus," kata Dandim seraya tertawa.

Saat disinggung mengenai harga raket yang digunakan, Dandim mengatakan, standar-standar saja, bahkan mungkin ada yang lebih mahal lagi dari raket miliknya. Sebab Dia sendiri menganggap olahraga merupakan hobi. "Kita kan bukan atlet professional jadi beli raket yang standar-standar saja. Yang penting bisa digunakan," katanya.
Biaya Jutaan Rupiah
Bagi Asisten II Setda Ketapang, Gurdhani Achmad, tennis bukan sekedar olahraga, namun juga sudah menjadi kebutuhan hidup. "Karena sudah menjadi kebutuhan, saya hampir setiap hari bermain tenis, bahkan terkadang badan yang demam pun menjadi sembuh setelah main tenis," kata Gurdhani ditemui Tribunpontianak.co.id, Kamis (23/2/2012).

Untuk permainan ini, Gurdhani rela mengeluarkan uang jutaan rupiah sekedar membeli perlengkapan bermain tenisnya, mulai dari raket sampai dengan sepatu yang dikenakannya. "Saya punya tiga raket di rumah, tapi harganya sih standar-standar saja, saya beli dari toko Ketapang, begitu juga sepatunya," kata Gurdhani.

Olahraga tenis ini sudah mendarah daging dalam hidupnya. Terkadang saat Ia mendapatkan tugas keluar daerah oleh pimpinannya, pikiran tetap saja tertuju pada olahraga ini.  "Ya, perasaan tidak enak saja kalau saya tidak main tenis, tidak bisa bertemu kawan tidak bisa olahraga. Jadinya gelisah kalau dapat tugas jauh-jauh dari pimpinan," tandasnya.

Sama halnya dengan Dandim, Gurdhani juga mendapatkan dukungan penuh dari keluarganya untuk olahraga ini. Ia sendiri yakin olah raga itu juga bisa menunjang pekerjaannya sebagai pejabat daerah. "Kalau kita sehat otomatis bisa melaksanakan pekerjaan dengan baik," katannya. (ali/Tribun Pontianak cetak)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved