Sabtu, 18 April 2015

Pontianak Frustasi Air Bersih

Jumat, 24 Februari 2012 00:18

Pontianak Frustasi Air Bersih
TRIBUN PONTIANAK/GALIH NOFRIO NANDA
Wulan mencek aliran sumur bor seharga Rp 1,5 juta di halaman rumahnya, Kompleks Mitra Indah Utama V Kota Pontianak, 19 Februari 2012. Sumur bor dibuat akibat krisis air bersih melanda Kota Pontianak.

Seperti dilansir Tribun Pontianak, janji pencopotan jabatan PNS ini dikemukakan Sutarmidji saat seminar pemberantasan korupsi dan peluncuran zona integritas kerjasama KPK-Pemkot Pontianak, Rabu (22/2/2012) lalu.

Menunjang kecepatan dan kelancaran bisnis di Kota Pontianak, Pemkot tahun lalu menghapus 71 jenis perizinan. Kini tinggal 28 perizinan, di antaranya izin mendirikan bangunan, keramaian, trayek dan perikanan.

Tenggat waktu maksimal purna layanan ditetapkan. Apabila terlambat memberi pelayanan, retribusi pembuatan izin dikurangi dua persen per hari dari retribusi. Tujuannya, agar kinerja PNS terukur dan masyarakat mendapatkan kepastian menjalankan bisnisnya.

Wali kota dari PPP ini meyakinkan, hingga kini tak ada PNS Kota Pontianak yang memeras, kecuali satu kasus. PNS jadi calo KTP, KK dan lainnya dengan imbalan Rp 180 ribu. Sang PNS calon pun kehilangan jabatan.

Good will Sutarmidji patut diapresiasi tinggi, dan didukung semua pihak. Apalagi Kota Pontianak jadi kota pertama penetapan zona integritas, kawasan bebas korupsi di lingkungan satuan kerja perangkat daerah.

Spirit yang diusung, bukan hanya "gelar" layanan integritas yang disurvei KPK, sebagaimana tahun lalu Kota Pontianak masuk 10 besar nasional dengan nilai 7,54.

Kota Khatulistiwa bermimpi meningkatkan layanan publik lebih baik dibanding kota-kota di Singapura maupun Malaysia. Cita-cita setinggi langit yang patut diacungi jempol.

Halaman123
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas