Pontianak Frustasi Air Bersih

Jangan sampai gejala keputus-asaan terhadap pelayanan air bersih, berakhir pada kesimpulan, bahwa warga hidup tanpa pemerintahan

Pontianak Frustasi Air Bersih
TRIBUN PONTIANAK/GALIH NOFRIO NANDA
Wulan mencek aliran sumur bor seharga Rp 1,5 juta di halaman rumahnya, Kompleks Mitra Indah Utama V Kota Pontianak, 19 Februari 2012. Sumur bor dibuat akibat krisis air bersih melanda Kota Pontianak.

Seperti dilansir Tribun Pontianak, janji pencopotan jabatan PNS ini dikemukakan Sutarmidji saat seminar pemberantasan korupsi dan peluncuran zona integritas kerjasama KPK-Pemkot Pontianak, Rabu (22/2/2012) lalu.

Menunjang kecepatan dan kelancaran bisnis di Kota Pontianak, Pemkot tahun lalu menghapus 71 jenis perizinan. Kini tinggal 28 perizinan, di antaranya izin mendirikan bangunan, keramaian, trayek dan perikanan.

Tenggat waktu maksimal purna layanan ditetapkan. Apabila terlambat memberi pelayanan, retribusi pembuatan izin dikurangi dua persen per hari dari retribusi. Tujuannya, agar kinerja PNS terukur dan masyarakat mendapatkan kepastian menjalankan bisnisnya.

Wali kota dari PPP ini meyakinkan, hingga kini tak ada PNS Kota Pontianak yang memeras, kecuali satu kasus. PNS jadi calo KTP, KK dan lainnya dengan imbalan Rp 180 ribu. Sang PNS calon pun kehilangan jabatan.

Good will Sutarmidji patut diapresiasi tinggi, dan didukung semua pihak. Apalagi Kota Pontianak jadi kota pertama penetapan zona integritas, kawasan bebas korupsi di lingkungan satuan kerja perangkat daerah.

Spirit yang diusung, bukan hanya "gelar" layanan integritas yang disurvei KPK, sebagaimana tahun lalu Kota Pontianak masuk 10 besar nasional dengan nilai 7,54.

Kota Khatulistiwa bermimpi meningkatkan layanan publik lebih baik dibanding kota-kota di Singapura maupun Malaysia. Cita-cita setinggi langit yang patut diacungi jempol.

Semoga lancar dan tercapai, sehingga segenap warga Pontianak sungguh-sungguh menikmati dan termanusiakan. Niat baik dan ambisi besar ini makin mulia, jika wali kota amanah dalam pelayanan "sederhana," tapi vital dalam kehidupan sehari-hari.

Kebutuhan Vital
Yang tak bisa dipungkiri, hingga kini Kota Pontianak belum mampu melayani kebutuhan air bersih masyarakat. Kota air yang paceklik air bersih. Menjadi rahasia umum, tiada hari tanpa keluh-kesah tentang air bersih.

Alasan debit air kecil, benar masalah krusial. Namun, naif kalau menjadi masalah abadi. Andai masalah tak bisa dipecahkan secara akal sehat, kita yakin Tuhan tak pernah memberi masalah tanpa solusi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help