• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 1 Oktober 2014
Tribun Pontianak

DPRD Bogor Pelajari PAD Pontianak

Jumat, 24 Februari 2012 08:37 WIB
DPRD Bogor Pelajari PAD Pontianak
TRIBUN PONTIANAK/DOK
Kota Pontianak dalam susana malam hari dilihat dari sisi Sungai Kapuas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Kabupaten Bogor, Kamis, melakukan kunjungan kerja guna mendalami dan belajar terhadap Pemerintah Kota Pontianak terkait peningkatan pendapatan asli daerah di kota itu yang meningkat cukup signifikan.

"Kunker kami ke Kota Pontianak guna mempelajari aturan sehingga PAD Pemkot Pontianak meningkat hingga 140 persen di tahun 2011," kata Ketua Komisi B DPRD Bogor Iwan Setiawan.

Ia menjelaskan, dari sisa jumlah PAD Kabupaten Bogor memang lebih besar yakni Rp550 miliar di tahuan 2011, sementara PAD Pemkot Pontianak Rp 150 miliar di tahun yang sama.

"Ada yang menarik untuk dipelajari yakni, peningkatan PAD Pemkot Pontianak dari tahun 2010 sebesar Rp 61 miliar menjadi Rp 150 miliar atau meningkat sekitar 140 persen, hal itulah yang akan kami pelajari," ujarnya.

Karena menurut dia, Pemkab Bogor di tahun 2012 menargetkan peningkatan PAD yang cukup besar di tahun 2012 yakni sekitar Rp700 miliar atau naik sekitar 17 persen. "Karena itulah kami memilih belajar dari Pemkot Pontianak karena memang visi dan misinya sama yakni sama-sama kota perdagangan dan jasa," ujar Iwan Setiawan.

Selain itu, menurut dia, pihaknya juga tertarik dengan peraturan daerah dan kebijakan wali Kota Pontianak sehingga  menunjang sektor PAD meningkat, yakni memberikan pemotongan harga bagi wajib pajak yang taat dan memberikan hadiah bagi masyarakat yang melaporkan kalau masih ada pungutan liar bagi pelayanan publik.

Sementara itu, Asisten II Bidang Administrasi Pemerintahan dan Pembangunan Pemkot Pontianak Raihan menyatakan,  komitmen yang tinggi dari wali Kota Pontianak yang didukung oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Pontianak sehingga PAD meningkat jauh diatas target sebelumya.

"Kami memang mengedepankan peningkatan pelayanan, yakni cepat dan murah sehingga banyak investor yang tertarik untuk menanamkan modalnya di Kota Pontianak," ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Pontianak Sutarmidji malah menjanjikan pemotongan retribusi kepengurusan izin bagi investor hingga 70 persen dan percepatan pelayanan kepengurusan izin agar dunia usaha di kota itu berkembang dan berdampak terserapnya tenaga kerja yang banyak bagi masyarakatnya.

Kota Pontianak pada tahun 2011 masuk dalam sepuluh besar survei integritas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan nilai 7,54 sehingga dinilai relatif bersih oleh KPK dari praktik suap pungli dalam memberikan pelayanan publik. (Tribun Pontianak cetak)
Penulis: admin
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
12018 articles 10 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas