Jumat, 19 Desember 2014
Tribun Pontianak

6 Bangunan Tua Kemuning Ludes

Jumat, 24 Februari 2012 08:44 WIB

6 Bangunan Tua Kemuning Ludes
TRIBUN PONTIANAK/ GALIH NOFRIO NANDA
Para pemilik ruko pasar Kemuning hanya bisa menyelamatkan beberapa barang, Kamis malam (23/2/2012) pasca terbakarnya enam ruko berusia tua di kawasan tersebut
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebanyak enam rumah toko (ruko) di Pasar Kemuning, Jl M Yamin, Kota Pontianak, ludes dilalap si jago merah, Kamis (23/2/2012) sekitar pukul 20.30 WIB. Api menjalar cepat. Lokasi ruko yang berdekatan menjadikan api cepat merambat dari ruko satu ke ruko lainnya.

Seorang saksi mata, Obet (23), warga yang tinggal di belakang pasar, mengatakan, saat kejadian ia hendak membeli makanan di warung depan pasar.

Toko sudah tutup pada malam hari, hanya di depan pasar saja ada pedagang yang berjualan dengan gerobak. Tiba-tiba, Obet melihat api sudah menyala di lantai atas satu ruko.

"Saya lihat api di antara dua ruko, antara ruko yang menjual telur dan ruko yang menjual bubur dan lontong," tuturnya. Obet sempat mendengar letupan, namun tidak besar. Kemungkinan letupan tersebut berasal dari hubungan pendek arus listrik (korslet).

Sementara itu, Ali Setiaji, penjual bubur dan lontong, menuturkan, saat kejadian ia berada di dalam ruko bersama keluarganya. Ia menduga api berasal dari lantai atas ruko yang berada tepat di sebelah rukonya.

"Saya dan keluarga tengah istirahat di dalam toko. Anak saya yang sudah tidur. Tiba-tiba, ada api dari lantai dua ruko sebelah. Saya lihat pemiliknya sibuk menyelamatkan diri dan menyelamatkan barang-barangnya," ungkapnya.

Melihat api yang sudah membesar, Ali hanya dapat menyelamatkan motor dam laptop, kemudian mengevakuasi keluarganya untuk menyelamatkan diri. "Hanya barang itu yang dapat saya selamatkan. Tidak ada lagi yang lain. Untung anak saya sempat menyelamatkan ijazahnya. Barangnya yang lain tak dapat diselamatkan," katanya.

Pengurus RT setempat, Piter, yang juga tinggal di kawasan pasar, mengatakan, saat kejadian rumahnya digedor warga yang memberitahukan terjadinya kebakaran.  "Karena kondisi darurat, saya berusaha mengevakuasi barang-barang saya dan meminta tolong dengan menghubungi pemadam kebakaran, serta meminta warga setempat untuk minta bantuan," ungkapnya.

Menurutnya, yang terbakar adalah bangunan lama dan pernah terbakar satu blok pada Juni 1998. "Saya masih ingat kejadiannya. Untuk kebakaran yang sekarang ini, kami belum dapat memastikan api dari mana," ujarnya.

Puluhan pemadam kebakaran berdatangan ke lokasi. Setelah amukan si jago merah sekitar satu jam, barulah api berhasil dijinakkan.  Pemadam kebakaran terlihat kesulitan mendapatkan air untuk memadamkan api dan hanya mengadalkan air yang berada di pembuangan.

Ratusan warga yang melintas, bersama warga sekitar, menyaksikan kejadian tersebut. Camat Pontianak Kota, Junaidi, yang datang bersama Lurah Sui Bangkong, belum dapat memastikan berapa kerugian yang dialami korban dan belum mengetahui penyebab kebakaran.

"Kita serahkan kepada aparat keamanan untuk menyelidiki penyebab kebakaran ini. Kita sudah mendata ada sekitar enam ruko yang terbakar, dua di antaranya terbakar habis," katanya.

Junaidi menambahkan, tidak ada laporan jatuhnya korban jjiwa. Pihak kecamatan akan terus memantau dan melakukan pendataan serta mengupayakan untuk membantu korban.

"Saat ini beberapa orang sudah diungsikan ke rumah warga terdekat dan ada juga yang berada di rumah keluarganya," katanya. (isf/Tribun Pontianak cetak)
Penulis: admin

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas