Bupati Sambas Ancam Pejabat Baru
Kamis, 23 Februari 2012 12:55 WIB

TRIBUN PONTIANAK/SUHENDRA
Bupati Sambas Juliarti Djuhardi Alwi berdoa di makam ayahnya Dato Panglima Djuhardi Alwi usai pelantikannya di Kampung Dagang, Sambas, Kalimantan Barat, Senin (13/06/2011)
Berita Terkait
- Kadiskes: ISPA Masih Tinggi di Sambas
- Hotler Ajak Anak Terlibat Bangun Daerah
- Puluhan Ribu PNS Bakal Dipangkas
- Warga Lorong Putus Khawatir Abrasi
- Rilis Novel Fenomena Kerusuhan Sambas 1999
- Luas Izin Lokasi PT SAM 7.600 Hektare
- Polsek Galing Masih Selidiki Kasus Pemukukan
- DPRD Sambas Beri Rekomendasi atas LKPj Bupati
- Peringatan Hari Jadi Sambas Dirangkai Festival Budaya…
- PNS Tak Jadi, Rp 5 Juta Melayang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bupati Sambas Juliarti Djuhardi Alwi menegaskan akan melakukan mengevaluasi kepada pejabat baik pejabat eselon dua maupun tiga yang baru saja dilantik di aula Kantor Bupati Sambas, Kamis (23/2/2012). Evaluasi ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat.
"Kita beri waktu enam bulan untuk melakukan evaluasi tahap pertama, dan apabila dalam masa evaluasi tidak ada peningkatan kinerja maka bisa saja kita rombak lagi. Karena perombakan SKPD akan kita lakukan lagi pada tahap berikutnya," ujar Juliarti Djuhardi Alwi.
Tidak hanya itu pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap kepala dinas yang saat ini masih menjabat dan tidak terkena mutasi maupun promosi.
"Saya melihat masih ada pelaksaan tugas yang belum optimal, karena ada kepala dinas yang sepertinya menggunakan manajemen tukang sate, dia terus ke Jakarta sedangkan anak buahnya tidak diberikan kesempatan untuk berkembang," katanya.
"Kita beri waktu enam bulan untuk melakukan evaluasi tahap pertama, dan apabila dalam masa evaluasi tidak ada peningkatan kinerja maka bisa saja kita rombak lagi. Karena perombakan SKPD akan kita lakukan lagi pada tahap berikutnya," ujar Juliarti Djuhardi Alwi.
Tidak hanya itu pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap kepala dinas yang saat ini masih menjabat dan tidak terkena mutasi maupun promosi.
"Saya melihat masih ada pelaksaan tugas yang belum optimal, karena ada kepala dinas yang sepertinya menggunakan manajemen tukang sate, dia terus ke Jakarta sedangkan anak buahnya tidak diberikan kesempatan untuk berkembang," katanya.
Penulis : Suhendra Yusri
Editor : Bowo
Sumber : Tribun Pontianak
