Kamis, 27 November 2014
Tribun Pontianak

Beli Emas Murni, Inden Dulu

Selasa, 21 Februari 2012 09:54 WIB

Beli Emas Murni, Inden Dulu
NET
Ilustrasi emas murni Antam
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pegadaian memfasilitasi emas batangan melalui penjualan logam mulia atau produk Mulia (Murabahah Logam Mulia Untuk Investasi Abadi) secara tunai atau secara angsuran dengan proses cepat dalam jangka waktu tertentu yang fleksibel.

Kepala Cabang Pegadaian Pontianak, Andi Ibrahim, mengatakan logam mulia yang ditawari dalam bentuk kepingan atau batangan dengan berbagai ukuran. Di antaranya 5, 10, 25, 50, 100, dan 250 gram, serta satu kilogram. Sementara harga yang berlaku menurut harga nasional yang dikeluarkan PT Antam.

"Harga hari ini (Jumat, 17 Februari 2012) masih sebesar Rp 512.500 per gram. Harga sewaktu-waktu dapat berubah-ubah tergantung harga pasar," ujarnya akhir pekan lalu.

Kendati demikian, harga yang berlaku adalah harga yang baru naik sejak awal Februari 2012, karena sejak akhir Desember 2011 hingga awal Januari 2012 harga emas turun pada kisaran Rp 490.000 per gram.

Andi memaparkan, pembelian produk Mulia atau logam mulia di pegadaian harus inden terlebih dulu karena tidak ada ready stock. Lamanya inden adalah satu bulan, dan patokan harga adalah saat transaksi meski barang diterima satu bulan. Pembelian logam mulia dapat dilakukan dengan cara tunai dan kredit/angsuran.

"Setiap pembelian dikenakan margin sebesar 3 persen dari harga jual dan biaya administrasi sebesar Rp 50 ribu per transaksi. Sedangkan pembelian kredit cukup membayarkan uang muka dan tentukan pilihan masa kreditnya dari 3 bulan sampai 36 bulan," ucapnya.

Marketing Manager Bank Syariah Mandiri Cabang Pontianak, Tengku Rizaldi Syaputra, mengatakan secara kepemilikan emas, pihaknya tidak ada melayani transaksi investasi emas atau logam mulia. Meski begitu, mereka memiliki produk yang membantu nasabah memiliki emas/logam mulia.

Satu di antaranya, berupa produk tabungan berencana, yaitu tabungan untuk memiliki apa saja sesuai dengan keinginan atau perencanaan, seperti keinginan naik haji, umroh, atau memiliki logam mulia. Sedangkan terhadap nasabah yang ingin membeli emas secara tunai, Bank Syariah Mandiri bekerjasama dengan pemilik toko emas membantu nasabah memperoleh emas sesuai harga standar.

"Kita hanya mefasilitasi dan membantu nasabah tanpa mengambil keuntungan. Tapi nasabah wajib bayar antar rekening Bank Syariah Mandiri, dengan begitu dia akan menjadi nasabah kita," bebernya.

Sementara cara lainnya adalah gadai emas, yaitu emas dibawah ke bank oleh toko emas dan langsung dibayarkan bank sebesar 80 persen dari harga berlaku saat itu, sedangkan 20 persennya dibayarkan nasabah. Nasabah akan dikenakan biaya titip atau ujrol sekitar 1,25 persen jika melewati empat bulan belum ditembus atau diambil.

Animo masyarakat terhadap cara kepemilikan emas/logam mulia ini sangat luar biasa. Kendati demikian, untuk sementara waktu cara kepemilikan ini dihentikan sementara oleh Bank Indonesia, karena aturan pegadaian sedang diperbarui BI. (Tribun Pontianak cetak)

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas