Minggu, 23 November 2014
Tribun Pontianak

Untan-AS Jalin Kerjasama

Jumat, 17 Februari 2012 10:13 WIB

Untan-AS Jalin Kerjasama
Kompas/Agustinus Handoko
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Universitas Tanjungpura (Untan) menggandeng The Johns Hopkins School of Medicine dari Amerika Serikat, untuk bekerja sama di bidang kedokteran.

"Ada beberapa kerja sama yang akan direalisasikan dengan The Johns Hopkins School of Medicine tersebut dalam waktu dekat," kata Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Prof DR Thamrin Usman di sela-sela peresmian American Corner, Kamis (16/2/2012).

Di antaranya berupa bimbingan teknis dalam merumuskan kurikulum di bidang kedokteran. Kemudian, pertukaran antara mahasiswa dan dosen dari Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura dengan perguruan tinggi yang terletak di daerah Baltimore, Maryland tersebut.

"Fakultas lain juga tengah menyiapkan kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri. Saat ini tengah dibuat desain besarnya seperti apa," ungkap Thamrin Usman.

Ia melanjutkan, Untan dan dunia pendidikan Amerika Serikat selama ini sudah terjalin kerja sama yang baik.

Menurut dia, ada sejumlah dosen di Untan yang pernah menempuh pendidikan di Amerika Serikat melalui berbagai program. "Sekarang, ada satu dosen yang masih menempuh pendidikan di negara itu," ujar dia.

Selain itu, kata Thamrin yang mengambil gelar doktor di Perancis itu, ada satu mahasiswa yang akan mengikuti pendidikan singkat di Amerika Serikat.

Duta Besar AS untuk Indonesia, Scot Marciel mengakui bahwa Untan telah menjajaki kerja sama dengan perguruan tinggi asal negara adi daya tersebut. "Pihak universitas di sini  sudah membicarakan peluang tersebut dengan universitas di Amerika Serikat," kata Scot Marciel yang hadir di Pontianak terkait peresmian American Corner itu.

Sementara itu, American Corner (Amcor) di Untan Pontianak merupakan yang pertama ada di Kalimantan. Thamrin Usman mengaku bangga dengan apresiasi dari duta besar karena dari 11 American Corner yang ada di Indonesia, Kalbar yang paling bagus. "Kita tinggal berharap dukungan yang lebih besar dalam mengembangkan dunia pendidikan terutama di Untan," kata Thamrin Usman.

Di American Corner, pengunjung dapat mengakses data ke perguruan tinggi maupun perpustakaan di Amerika Serikat secara gratis. "Cukup membayar keanggotaan sebesar Rp 20 ribu per tahun saja, semua fasilitas ini dapat dinikmati," kata Thamrin Usman.

Ia mengungkapkan, dalam menyiapkan American Corner tersebut, pihaknya menyediakan ruangan dan fasilitas pendukung. Sedangkan Kedubes AS memberi bantuan perangkat komputer, audio video, serta buku yang di pajang di sejumlah rak. "Mungkin hampir Rp 1 miliar. Kalau Untan di kisaran ratusan juta rupiah saja," kata Thamrin Usman.

Thamrin Usman melanjutkan, American Corner dapat menjadi media untuk belajar atau tahu lebih banyak cara melanjutkan studi, pertukaran pelajar maupun lebih mengenal kebudayaan AS. "Siswa, dosen, mahasiswa atau lainnya, dapat datang ke American Corner," kata Thamrin Usman.

Informasi Lebih Luas
Dubes  Amerika Serikat untuk Indonesia, Scot Marciel, dalam Opening Ceremony America Corner Universitas Tanjungpura di Gedung Rektorat Untan Lantai 3 mengharapkan dengan dibukanya Amcor, sebagai  tempat untuk orang belajar lebih banyak tentang America Serikat. Dia mempunyai komitmen yang  besar untuk memajukan kemitraan antar universitas-universitas di Amerika Serikat.

Scot mengatakan di Amcor ini dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas komputer yang dapat mengakses informasi lebih luas dengan database yang ada. Pihaknya juga akan mengundang tamu-tamu yang dapat membuka dialog dan percakapan, fasilitas video conference untuk berdiskusi dan berdialog  meskipun orangnya di tempat lain.

Pihak Untan sudah  berbicara dengan Universitas di Amerika Serikat dalam membahas kemitraan. Scot  mengatakan akan tetap membuka diri  bagi mahasiswa dan pelajar Kalimantan barat yang akan memperoleh beasiswa ke Amerika Serikat.

Alasan terpilihnya Untan sebagai pengadaan Amcor karena Kalbar merupakan provinsi terbesar. Selain itu, Untan juga sudah berupaya sangat berupaya keras untuk bermitra dengan Amerika Serikat, dan pihaknya sangat menghargai upaya itu.

Wagub Kalbar Christiandy Sanjaya berharap, American Corner tidak hanya berhenti dalam penyiapan ruangan secara fisik.

"Tetapi bagaimana kelanjutannya. Jangan sampai tutup karena minim pengunjung, seperti yang terjadi di daerah lain," kata Christiandy Sanjaya.

Namun ia sangat mengapresiasi upaya Untan dalam menjalin kerja sama dengan banyak pihak dalam upaya mendorong peningkatan kualitas perguruan tinggi di Kalbar."Ini bagian terobosan dari Untan, tidak hanya bekerja sama dengan lingkungan Kalbar, tetapi juga dengan luar negeri," kata Christiandy Sanjaya.  (Tribun Pontianak cetak)
Penulis: Dhita Mutiasari

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas