Kata SBY Soal Demokrat
SBY "Takut" Pecat Anas
beberapa waktu lalu SBY juga pernah menggaransi Anas, konflik internal mereda,
Apabila Anas dilengserkan resiko fatal yang akan muncul akan menjalar di tubuh Demokrat yakni perpecahan masif terutama dari pengurus-pengurus daerah yang secara faktual kini berada dalam pengendalian Anas.
"Jadi, langkah SBY memang lagi-lagi 'soft-strategy' dengan catatan akan sangat ditentukan oleh temuan-temuan KPK yang berimplikasi pada status Anas,"ujar Gun-Gun pengamat politik Universitas Paramadina kepada Tribunnews.com, Minggu(5/2/2012).
Kata Gun-Gun perjalanan Partai Demokrat ke depan akan tetap berada di fase 'turbulensi politik' mengingat proses hukum yang panjang akan terus bersinggungan dengan sejumlah nama politisi Demokrat.
Artinya, dari sudut konstruksi opini, dampaknya pada delegitimasi Demokrat sebagai partai yang layak dipilih di Pemilu mendatang karena memiliki sejumlah paradoks dengan janji mereka terutama terkait janji pemberantasan korupsi.
"Bagi saya, konflik yang diredam SBY hari ini tidak lebih dari sekadar 'obat sementara' seperti antibiotik yang rentang efektif bekerjanya bersifat temporer. Dalam jangka panjang, akan muncul lagi konflik antar elite karena akar persoalan yakni sanksi tegas dari partai atas kader yang dianggap melanggar aturan main partai tidak pernah sungguh-sungguh dilaksanakan," jelasnya.
Sekarang ini lanjut Gun-Gun problem utama di Demokrat adalah loyalitas pengurus terutama di level elite parpol lebih pada loyalitas pada figur SBY bukan pada sistem organisasional.
"Mungkin kita masih ingat, beberapa waktu lalu SBY juga pernah menggaransi Anas, konflik internal mereda, tapi itu berjalan semu karena fakta politiknya faksionalisme itu tetap bekerja secara laten. Dengan begitu, jika menemukan momentum teramat gampang kohesivitas itu menjadi centang-perenang," katanya.