Tribun Pontianak
Pemakaman di TPU Karet Bivak
Jumat, 3 Februari 2012 18:44 WIB
Share |
HIM-Damsyik.jpg
TRIBUNNEWS.COM
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,  JAKARTA - Akhirnya jenazah aktor senior HIM Damsyik yang meninggal pada Jumat (3/2/2012) dini hari dimakamkan. Proses pemakaman sendiri dilakukan di TPU Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Selatan, dibawah guyuran hujan deras.

Jenazah aktor senior Haji Incih Muhamad (HIM) Damsyik atau yang lebih dikenal HIM Damsyik tiba pukul 14.00 WIB, dengan ambulan. Sanak keluarga mengiringi kepergian Damsyik ke peristirahatan terakhirnya.

Sejumlah sahabat selebritis tiba lebih dulu di pemakaman. Mereka setia menunggu sampai jenazah pemeran Datuk Maringgih dalam film serial 'Siti Nurbaya' itu, dimakamkan. Di antaranya, Indro 'Warkop', Sys NS, Hengky Sulaiman, Nani Wijaya, paranormal Ki Kusumo, dan Aminah Chandrakasih.

Bukan hanya keluarga dan handai taulan yang memadati prosesi pemakamannya itu. Wartawan dari berbagai media massa datang untuk mengabadikan momen tersebut. Masyarakat setempat juga ingin menyaksikan pemakamannya.

Liang kubur memang sudah disiapkan. Tanpa menunggu lama lagi, jenazah Damsyik dikebumikan. Sama sekali tidak terdengar isak tangis. Seolah setiap orang yang menghadiri pemakaman itu mengikhlaskan kepergian aktor tiga generasi tersebut. Kecuali sang istri, Linda Damsyik yang tak sanggup menahan air matanya.

HIM Damsyik meninggalkan seorang istri, lima anak, 30 cucu, dan empat orang cicit. Selama hidupnya, HIM Damsyik banyak meninggalkan kesan di hati banyak orang. Termasuk komedian senior Indro. "Beliau adalah orang yang total di bidangnya, konsisten, dan cenderung low profile," ucapnya.

Semasa hidupnya, aktor senior HIM Damsyik sangat mandiri. Ia sama sekali tidak pernah mau merepotkan orang lain, termasuk keluarga dekatnya. Makanya, ketika jatuh sakit, Damsyik juga tidak mau merepotkan anak-anaknya.

"Bapak pernah ngomong, 'Benny sini, kamu ngapain sih repot-repot mengurusi papi. Papi kan mau pulang," ucap Benny, putra keempat Damsyik dari pernikahannya dengan Linda, saat ditemui di rumah duka, di kawasan Cinere, Depok, Jakarta Barat.

Benny melihat ayahnya itu pasrah menghadapi penyakitnya tersebut. Namun, sebagai anak, Beni tak mengindahkan ucapan Damsyik. Ia dan saudara-saudaranya tetap berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi ayahnya tersebut.

Di mata Benny, ayahnya itu adalah sosok yang terkenal. Tetapi ia tidak besar kepala, orangnya ramah. Damsyik bergaul dengan siapa saja tanpa memandang status sosial seseorang.

"Dalam bekerja papi disiplin karena memang didikan Belanda," ucapnya.

Editor : Bowo
Sumber : Tribunnews