Kamis, 28 Mei 2015

Macan Tutul Resahkan Warga Tempur

Rabu, 1 Februari 2012 22:58

Macan Tutul Resahkan Warga Tempur
Dailymail
Macan tutul menerkam petugas jagawana yang tidak menyadari bahaya di belakangnya.

Dalam dua pekan terakhir, macan tutul Jawa itu memakan 20 ekor ayam dan bebek warga yang tinggal di lereng Pegunungan Muria bagian utara.  

Kepala Desa Tempur Sutoyo, Rabu (1/2/2012), mengatakan, peristiwa itu terjadi di Dukuh Duplak yang berada sekitar empat kilometer dari pusat Desa Tempur. Dukuh yang berada di atas Desa Tempur itu berbatasan dengan kawasan hutan lindung Pegunungan Muria.  


Berdasarkan laporan dari sejumlah warga, selama dua pekan terakhir dalam semalam ayam dan bebek yang dikandangkan di samping dan belakang rumah warga hilang 2-3 ekor. Warga tidak menemukan jejak macan tutul dan bangkai unggas, hanya beberapa bulu yang bertebaran dan tetesan darah.  


"Seorang warga pernah melihat macan tutul itu samar-samar. Waktu itu dia tidak mendekat karena khawatir diserang macan itu," kata Sutoyo.  

Menurut Sutoyo, peristiwa itu menyebabkan warga khawatir, karena pada tahun-tahun sebelumnya jumlah unggas yang dimakan macan tutul tidak sebanyak tahun ini, yaitu sekitar 2-3 ekor. Selain itu, unggas yang dimakan macan tutul pada tahun-tahun sebelumnya berada di rumah-rumah pinggir hutan.  

Pada tahun ini, macan masuk hingga tengah permukiman. Kami masih bingung mengatasinya. Mau memburu macan, kami takut terkena sanksi, karena hewan itu dilindungi.


"Namun kalau dibiarkan saja, kami khawatir ada warga yang menjadi korban, terutama jika berada di tengah hutan. Untuk itu, kami berharap ada tenaga ah li yang menangani hal itu," kata Sutoyo.  

Halaman12
Editor: Jamadin
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas