Hakim Agung Tuna Keagungan

Perilaku hakim kian memupus kepercayaan publik, menyusul isu beli satu suara hakim agung dalam pemilihan Ketua MA Rp 5 miliar

Hakim Agung Tuna Keagungan
MATANEWS
Ilustrasi

Berdasarkan relas putusan yang dikirim MA melalui juru sita Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Rasminah dinyatakan terbukti bersalah mencuri enam piring majikannya, Siti Aisyah Margaret Soekarnoputri, Juni 2010.

Perempuan berusia 55 tahun itu diganjar hukuman penjara selama 130 hari. Lama hukuman yang sama persis dengan masa penahanan yang dijalani Rasminah, sebelum permohonan penangguhan penahanan dikabulkan hakim.

Kendati tak lagi perlu menjalani hidup di balik bui, putusan MA ini mengundang kontroversi, sekaligus mencuatkan keprihatinan mendalam. Kontroversi, karena mekanisme kasasi berlangsung tak fair.

Penasihat hukum Rasminah dari LBH Mawar Saron, Jefri Moses Kam, tak tahu-menahu pengajuan kasasi Kejaksaan Negeri Tangerang, setelah Rasminah dibebaskan PN Tangerang, 22 Desember 2010.

Hingga akhir batas waktu 14 hari pengajuan memori kasasi, Jefri Moses Kam yang sempat menunggui di pengadilan, meyakinkan tak ada pengajuan kasasi masuk. Tiba-tiba keluar putusan MA atas kasasi Nomor 653K/Pid.2011 yang diterima MA, 24 Januari 2011.

Isi putusan MA tertanggal 31 Mei 2011, mengabulkan permohonan kasasi jaksa Kejari Tangerang dan membatalkan putusan PN Tangerang yang membebaskan Rasminah dari jerat hukum.

Terungkap kemudian, surat pemberitahuan kasasi dikirim ke rumah yang tak ditempati lagi Rasminah. Surat itu dititipkan perangkat kelurahan setempat. Potret proses peradilan yang tak lazim, bahkan jauh dari supremasi keadilan yang diimpikan masyarakat.

Lazimnya, jika hakim yang sering dianalogkan wakil Tuhan di dunia, mengutamakan keadilan dibanding menjadi "tukang" penegak peraturan. Sebandingkah enam piring dengan hukuman 130 hari bagi warga Indonesia yang dikenal ramah dan memiliki sifat tolong-menolong tinggi? Tentu tidak!

                                                                                           Krisis Moral
Perbuatan pencurian enam piring, lazimnya cukup diselesaikan melalui musyawarah mufakat. Putusan MA ini makin menambah daftar panjang produk kelam peradilan. Keadilan di negara kita semakin "teramat mahal."

Sebelumnya, publik sempat terkaget-kaget ketika Nenek Minah diganjar sebulan 15 hari penjara dengan masa percobaan tiga bulan. Nenek Minah diputus bersalah, gara-gara iseng memetik tiga buah kakao di perkebunan PT Rumpun Sari Antan, Jawa Tengah, November 2009.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help