IHSG Akan Bergerak di Resisten 3.970
Selasa, 31 Januari 2012 12:09 WIB

Ilustrasi
IHSG
IHSG
Berita Terkait
- Properti dan Tambang Picu Saham Lemah
- Saham Perdana FB Rp 321 Ribu
- Sebaiknya Hindari Saham Coal
- Beli Saham Konsumsi dan Infrastruktur
- Laporan Keuangan Motori Perdagangan
- Sektor Keuangan Picu Saham Merosot
- Apple Dorong Kenaikan Saham
- Data Rumah Picu Penurunan Saham Eropa
- Jeli Investasi di Pasar Saham
- Saham Perbankan Semakin Baik
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Branch Manager First Asia Capital Pontianak, Yangpi, mengatakan perdagangan IHSG hari ini, Selasa (31/1/2012) diperkirakan akan bergerak dalam rentang support di 3.875 dan resisten di 3.970 dengan kecenderungan terjadinya koreksi lanjutan.
Kendati demikian, koreksi yang terjadi akan bersifat terbatas. "Pelaku pasar akan memanfaatkan peluang koreksi yang terjadi untuk melakukan aksi beli selektif atas beberapa saham unggulan yang berfundamental kuat," ujarnya.
Menurut Yangpi, minimnya berita positif dan kenaikan harga saham sektoral yang sudah berlangsung selama tiga pekan sepanjang Januari ini, IHSG menguat sekitar 4 persen sejak awal tahun ini, telah mendorong pelaku pasar melakukan aksi jual pada perdagangan kemarin.
Negosiasi antara pemerintahan Yunani dengan krediturnya untuk melakukan restrukturisasi utang lebih dari 200 miliar euro masih belum mencapai kesepakatan akhir. Isu restrukturisasi utang Yunani tersebut membuat pelaku pasar menahan diri melakukan aksi belinya.
Sedangkan dari dalam negeri, pelaku pasar juga tengah menanti kepastian kebijakan pembatasan BBM bersubsidi yang rencananya akan dilaksanakan per 1 April mendatang.
Sementara di Wall Street, indeks DJIA dan S&P 500 tadi malam ditutup minus tipis masing-masing 0,05 persen dan 0,25 persen. Pelaku pasar di sana kembali melakukan aksi beli pada sesi terakhir setelah pada awal sesi indeks sempat terkoreksi hingga 1 persen. (*)
Kendati demikian, koreksi yang terjadi akan bersifat terbatas. "Pelaku pasar akan memanfaatkan peluang koreksi yang terjadi untuk melakukan aksi beli selektif atas beberapa saham unggulan yang berfundamental kuat," ujarnya.
Menurut Yangpi, minimnya berita positif dan kenaikan harga saham sektoral yang sudah berlangsung selama tiga pekan sepanjang Januari ini, IHSG menguat sekitar 4 persen sejak awal tahun ini, telah mendorong pelaku pasar melakukan aksi jual pada perdagangan kemarin.
Negosiasi antara pemerintahan Yunani dengan krediturnya untuk melakukan restrukturisasi utang lebih dari 200 miliar euro masih belum mencapai kesepakatan akhir. Isu restrukturisasi utang Yunani tersebut membuat pelaku pasar menahan diri melakukan aksi belinya.
Sedangkan dari dalam negeri, pelaku pasar juga tengah menanti kepastian kebijakan pembatasan BBM bersubsidi yang rencananya akan dilaksanakan per 1 April mendatang.
Sementara di Wall Street, indeks DJIA dan S&P 500 tadi malam ditutup minus tipis masing-masing 0,05 persen dan 0,25 persen. Pelaku pasar di sana kembali melakukan aksi beli pada sesi terakhir setelah pada awal sesi indeks sempat terkoreksi hingga 1 persen. (*)
Penulis : Steven Greatness
Editor : Kander Turnip
Sumber : Tribun Pontianak
