• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 22 September 2014
Tribun Pontianak

180 Pesawat Tempur Canggih AU

Jumat, 27 Januari 2012 03:23 WIB
180 Pesawat Tempur Canggih AU
ISTIMEWA
Pesawat tempur canggih jenis Sukhoi TNI AU buatan Rusia
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, YOGYAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) membangun supremasi kekuatan udara, laut dan darat. Dua belas tahun mendatang, TNI AU memiliki 180 pesawat tempur canggih.

Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Imam Sufaat menegaskan, dalam dua tahun ke depan, AU segera mendapat tambahan delapan pesawat tempur dari Rusia dan Brasil, sebagai bagian modernisasi alat utama sistem persenjataan TNI AU.

"Delapan pesawat tempur itu terdiri empat Sukhoi Rusia dan Super Tucano Brasil. Kedelapan pesawat tempur baru itu tiba di Indonesia pada 2012-2014," kata KSAU, Marsekal TNI Imam Sufaat di sela Rapat Pimpinan TNI AU di Akademi Angkatan Udara Yogyakarta, Kamis (26/1/2012).

Pengadaan Alutsista tahap berikutnya, TNI AU hingga 2024 mendatangkan pesawat tempur Sukhoi enam unit, Super Tucano 16 unit, MK-53 dari Korea Selatan 16 unit, Fighting Falcon delapan unit, dan F-16 sebanyak 30 unit.

"Dengan pengadaan Alutsista itu, TNI AU pada 2024 memiliki 180 pesawat tempur. Ini upaya TNI AU membangun kekuatan, memodernisasi dan meregenerasi Alutsista," jelas Marsekal Imam Sufaat.

Saat ini, banyak pesawat TNI AU yang uzur. Usianya, rata-rata mencapai 30 tahun, sehingga perlu peremajaan. Jika tidak diganti, biaya perawatannya ekstra-tinggi, apalagi ada beberapa suku cadang pesawat yang sudah tak diproduksi lagi karena pabrik pembuat pesawat terkait tak beroperasi.

"Meskipun beberapa pesawat sudah tak dapat berfungsi secara maksimal, kami tetap menggunakan untuk mengamankan wilayah NKRI dari ancaman luar. Tentu didukung penambahan Alutsista yang didasarkan penghitungan dari kebutuhan pesawat tempur dan jumlah landasan yang bisa mengoperasikan pesawat tempur," jelasnya.

TNI AU telah memiliki anggaran rutin dan Alutsista melalui pemerintah yang cukup besar dan pengadaan di Kementerian Pertahanan, sehingga bisa membeli persenjataan dan pesawat untuk meningkatkan kemampuan Alutsista dan memperkuat pertahanan negara di udara.

"Rencana kesiapan Alutsista yang ada untuk melanjutkan program peningkatan kemampuan Alutsista yang dicanangkan dalam Rencana dan Strategi Pembangunan TNI AU 2010-2014," tutur Marsekal Imam Sufaat. (*)
Sumber: Antara
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
9951 articles 10 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas