Senin, 24 November 2014
Tribun Pontianak

Anak Punk Menangis Sambil Nyanyi

Rabu, 21 Desember 2011 01:19 WIB

Anak Punk Menangis Sambil Nyanyi
SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR
Punker perempuan menangis saat menyanyikan lagu Rindu Mama, usai apel di Sekolah Polisi Negara Seulawah, Aceh Besar, Selasa (20/12/2011). Pembinaan mental dan spiritual 64 punkers asal Aceh, Sumatera Utara dan Jawa itu baru berakhir 23 Desember 2011.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BANDA ACEH - Para punkers perempuan dari 64 anak punk yang ditahan dan dibina di Sekolah Polisi Negara (SPN) Seulawah, Aceh Besar, Selasa (20/12/2011), menjerit. Mereka tak kuasa menahan tangis saat menyanyikan lagu Rindu Mama.

Mereka tak menampik memperoleh pengalaman berarti selama dibina polisi di SPN. Namun, Oja, punkers perempuan tak tahan lagi mengikuti pembinaan Polda.

Oja ingin segera ke bangku sekolah, merrindukan kedua orangtuanya. "Setelah keluar dari sini, semoga apa yang kami dapat menjadi wawasan bagi kami," kata Oja.

Ungkapan sama dikemukakan Andri, punkers dari Gampong Lhoong Raya, Aceh Besar maupun Ayi, punkers asal Medan. Kendati demikian mereka ingin segera pulang.

"Kalau sudah jauh begini, kami terasa begitu kangen orangtua dan keluarga kami," tegas Oyi, anak perempuan punk asal Langsa.

Sebelumnya, dua dari 64 anak punk berhasil melarikan diri dari SPN, Sabtu (17/12/2011) pagi. Namun, Syaukani, warga Lhokseumawe dan Syaiful Fadli, warga Merduati Banda Aceh tertangkap kembali di wilayah Banda Aceh, Minggu (18/12/2011) dinihari.

"Keduanya kami tangkap di dua tempat berbeda. Syaukani ditangkap di dekat Masjid Raya Baiturrahman, sedangkan Syaiful Fadli di kedai kopi daerah Setui. Saat kami tanya mengapa melarikan diri, mereka menjawab kangen orangtuanya," kata Kapoltabes Banda Aceh Kombes Armensyah Thaher.

Syaukani dan Syaiful pun dikembalikan ke SPN. Para anak punk itu kini berstatus sebagai remaja binaan. Mereka ditangkap Polda dan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah saat menggelar konser musik komunitas anak punk di Blang Padang, Banda Aceh, 10 Desember 2011.

Atas permintaan Pemerintah Kota Banda Aceh, 64 anak punk itu dibina di SPN Seulawah. (*)

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas