A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Anak Punk Menangis Sambil Nyanyi - Tribun Pontianak
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribun Pontianak

Anak Punk Menangis Sambil Nyanyi

Rabu, 21 Desember 2011 01:19 WIB
Anak Punk Menangis Sambil Nyanyi
SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR
Punker perempuan menangis saat menyanyikan lagu Rindu Mama, usai apel di Sekolah Polisi Negara Seulawah, Aceh Besar, Selasa (20/12/2011). Pembinaan mental dan spiritual 64 punkers asal Aceh, Sumatera Utara dan Jawa itu baru berakhir 23 Desember 2011.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BANDA ACEH - Para punkers perempuan dari 64 anak punk yang ditahan dan dibina di Sekolah Polisi Negara (SPN) Seulawah, Aceh Besar, Selasa (20/12/2011), menjerit. Mereka tak kuasa menahan tangis saat menyanyikan lagu Rindu Mama.

Mereka tak menampik memperoleh pengalaman berarti selama dibina polisi di SPN. Namun, Oja, punkers perempuan tak tahan lagi mengikuti pembinaan Polda.

Oja ingin segera ke bangku sekolah, merrindukan kedua orangtuanya. "Setelah keluar dari sini, semoga apa yang kami dapat menjadi wawasan bagi kami," kata Oja.

Ungkapan sama dikemukakan Andri, punkers dari Gampong Lhoong Raya, Aceh Besar maupun Ayi, punkers asal Medan. Kendati demikian mereka ingin segera pulang.

"Kalau sudah jauh begini, kami terasa begitu kangen orangtua dan keluarga kami," tegas Oyi, anak perempuan punk asal Langsa.

Sebelumnya, dua dari 64 anak punk berhasil melarikan diri dari SPN, Sabtu (17/12/2011) pagi. Namun, Syaukani, warga Lhokseumawe dan Syaiful Fadli, warga Merduati Banda Aceh tertangkap kembali di wilayah Banda Aceh, Minggu (18/12/2011) dinihari.

"Keduanya kami tangkap di dua tempat berbeda. Syaukani ditangkap di dekat Masjid Raya Baiturrahman, sedangkan Syaiful Fadli di kedai kopi daerah Setui. Saat kami tanya mengapa melarikan diri, mereka menjawab kangen orangtuanya," kata Kapoltabes Banda Aceh Kombes Armensyah Thaher.

Syaukani dan Syaiful pun dikembalikan ke SPN. Para anak punk itu kini berstatus sebagai remaja binaan. Mereka ditangkap Polda dan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah saat menggelar konser musik komunitas anak punk di Blang Padang, Banda Aceh, 10 Desember 2011.

Atas permintaan Pemerintah Kota Banda Aceh, 64 anak punk itu dibina di SPN Seulawah. (*)
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
8235 articles 10 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas