A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Bandara Babo Punya Sejarah Perang - Tribun Pontianak
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Tribun Pontianak

Bandara Babo Punya Sejarah Perang

Rabu, 14 Desember 2011 11:35 WIB
Bandara Babo Punya Sejarah Perang
Provinsi Papua Barat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TELUK BINTUNI - Nama Bandar Udara Babo, Papua Barat, mungkin kurang populer sekarang. Namun, bandara di Distrik Babo, Kabupaten Teluk Bintuni, itu pernah menjadi ajang perang dunia II antara Jepang dan Sekutu tahun 1940-an.

Cerita sejarah ini muncul kembali, setelah BP, perusahaan operator minyak dan gas bumi dari Inggris, mengeksplorasi gas di sekitar Teluk Bintuni. Bandara ini merupakan tempat terakhir yang dapat didarati pesawat baling-baling jenis dash dari Manokwari atau Biak.

Salah satu karyawan senior BP, Hamzah Rumalean (55), bercerita, saat membenahi bandara tersebut tahun 2002 dengan membersihkan ranjau, tim BP menemukan 360 bom. Pembersihan ranjau dibantu ahli zeni tempur TNI Angkatan Darat.

"Sebelumnya bandara itu didarati Merpati Twin Otter," tutur Hamzah, yang biasa dipanggil Hans, Rabu (14/12/2011), di Babo. BP mengaspal bandara itu, sehingga bisa didarati pesawat Dash.

Manajer Lapangan LNG Tangguh yang dimiliki BP, Ezhar Manaf, sehari sebelumnya menunjukkan foto bandara sebelum dan setelah diaspal. Sebelum diaspal, landasan bandara hanya berupa pengerasan batuan dan kerikil.

"Menurut cerita orang-orang tua, perangnya sekitar tahun 1938. Tentara sekutu mengebom bandara ini," tambah Hans.

Waktu itu Babo juga pusat perdagangan yang ramai. "Penduduk kadang kadang masih menemukan sisa sisa peluru," tambah Hans.
Editor: Marlen Sitinjak
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas