Senin, 30 Maret 2015

Ombak Kalbar Telan 3 Kapal

Minggu, 4 Desember 2011 02:56 WIB

Ombak Kalbar Telan 3 Kapal
ISTIMEWA
Ilustrasi

Jenazah M Saleh ditemukan Tim SAR, Sabtu (3/12), setelah kapal pengangkut Sembako dan bahan bangunan dari Pontianak, tenggelam lautan lepas sekitar 10-12 mil dari Ketapang. Lima awak kapal lainnya, diselamatkan Tim SAR dan nelayan.

Sedangkan juru minyak kapal, Munjirin hingga kemarin belum ditemukan. Kapal naas ini dihantam gelombang tinggi. Terjangan gelombang yang diperkirakan mencapai lebih dari dua meter membuat oleng kapal.

Gelombang tinggi yang datang mendadak ini, bersamaan dengan hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Bumi Khatulistiwa. Tujuh awak kapal, termasuk almathum M Saleh langsung mengenakan pelampung, begitu ombak perdana menerjang.

Ketika mencoba menghalau laju kapal, terjangan gelombang lebih dahsyat menghantam. Air laut pun memasuki dek hingga menyebabkan kapal miring ke kiri. Hanya hitungan detik, hantaman gelombang berikutnya membuat terpelanting semua awak kapal.

Kapal yang membawa Sembako dan bahan bangunan yang belum diketahui nilainya ini, langsung tenggelam di tengah malam. "Saya tak mengira tiba-tiba kapal yang sudah banyak airnya, miring ke kiri. Saat kami mencoba menyedot air pakai mesin, ombak besar kembali menghantam," tutur
Juru Mudi Kapal, Suyud di RS Bersalin Fatima Ketapang.

Pria berusia 60 tahun ini sebelum diselamatkan Tim SAR, sempat terapung-apung di lautan bebas sekitar 13 jam. Tim SAR menemukannya di sekitar perairan Sei Awan sekitar pukul 14.00, kemarin. Kondisi warga Kota Pontianak ini pun amat lemah.

Suyud mengaku matanya perih akibat terkena air laut setelah terombang-ambing di laut lepas. Badannya direjang pegal dan kedinginan. Ayah empat anak ini sempat berjuang menghalau laju kapal bersama enam awak kapal lainnya di saat kapal miring.

Halaman12345
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas