Anak Sekolah Simpan Duit Miliaran
Jumat, 2 Desember 2011 14:26 WIB

IST
Anak Sekolah
Anak Sekolah
Berita Terkait
- Wako Minta Sekolah Tak Lakukan Pungutan
- DPRD: Infrastruktur Sekolah Jangan Dijadikan Beban…
- Orangtua Resah "Pungli" di Sekolah Dasar
- 920 Siswa Kampanyekan Bawa Bekal ke Sekolah
- Sekolah Perbatasan Minta Perhatian Pemda
- Usai Aniaya Satpam, Perampok Kuras Isi Sekolah
- Disdik Sambas Bangun Gedung SMA di Salatiga
- Pemuda Muhammadiyah Buka Sekolah Gratis
- Ujian Akhir SMP Diikuti Ribuan Siswa
- Pemkab Kubu Raya Gratiskan Seragam Sekolah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan sejumlah rekening anak sekolah yang bernilai hingga miliaran rupiah. Tidak hanya itu, ada juga seorang bayi pun sudah ter-cover seluruh asuransinya.
Temuan mencengangkan itu disampaikan Direktur Pengawasan dan Kepatuhan PPATK, Subintoro. Pria ini mengatakan hal tersebut usai menjadi saksi ahli untuk terdakwa Gayus Tambunan di Gedung Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (1/12/2011).
"Lha, orang Indonesia ini kan bapak-bapaknya sayang sekali sama anak-anak dan istrinya," jelas Subiantoro sambil sedikit berkelakar.
Uang yang diduga sebagai hasil dari tindak pidana itu pun dialirkan ke keluarga pelaku. Inilah salah satu penyebab mengapa banyak Laporan Hasil Analisis (LHA) PPATK yang usianya justru masih sangat muda.
"Bayi 5 bulan saja bisa di-cover asuransinya. Kemudian anak-anak sekolah simpanannya bisa miliaran rupiah. Ini kan tentu harus ditanya nih uangnya dari mana," beber Subiantoro.
Modus ini sendiri bukanlah hal yang baru. PPATK sudah menduga bakal ada taktik baru dari pelaku untuk menyembunyikan hasil pidananya. "Sebetulnya sudah lama modus seperti itu, tapi kita baru bisa mengungkapnya setelah melihat adanya aliran dana," tandasnya.
Sebelumnya, PPATK mencium adanya puluhan ribu transaksi mencurigakan. Berdasarkan hasil analisa mereka, dari jumlah sebanyak itu, 1.818 yang terindikasi tindak pidana.
Subiantoro mengatakan, PPATK sudah merilis mengenai temuan ini dalam laporan per November. Jumlah transaksi mencurigakan yang mereka temukan mencapai 79.975.
Laporan ini sendiri sudah diserahkan ke penegak hukum. Dia berharap, penegak hukum bisa aktif berkoordinasi dengan PPATK guna mengusut tuntas masalah ini.
Temuan mencengangkan itu disampaikan Direktur Pengawasan dan Kepatuhan PPATK, Subintoro. Pria ini mengatakan hal tersebut usai menjadi saksi ahli untuk terdakwa Gayus Tambunan di Gedung Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (1/12/2011).
"Lha, orang Indonesia ini kan bapak-bapaknya sayang sekali sama anak-anak dan istrinya," jelas Subiantoro sambil sedikit berkelakar.
Uang yang diduga sebagai hasil dari tindak pidana itu pun dialirkan ke keluarga pelaku. Inilah salah satu penyebab mengapa banyak Laporan Hasil Analisis (LHA) PPATK yang usianya justru masih sangat muda.
"Bayi 5 bulan saja bisa di-cover asuransinya. Kemudian anak-anak sekolah simpanannya bisa miliaran rupiah. Ini kan tentu harus ditanya nih uangnya dari mana," beber Subiantoro.
Modus ini sendiri bukanlah hal yang baru. PPATK sudah menduga bakal ada taktik baru dari pelaku untuk menyembunyikan hasil pidananya. "Sebetulnya sudah lama modus seperti itu, tapi kita baru bisa mengungkapnya setelah melihat adanya aliran dana," tandasnya.
Sebelumnya, PPATK mencium adanya puluhan ribu transaksi mencurigakan. Berdasarkan hasil analisa mereka, dari jumlah sebanyak itu, 1.818 yang terindikasi tindak pidana.
Subiantoro mengatakan, PPATK sudah merilis mengenai temuan ini dalam laporan per November. Jumlah transaksi mencurigakan yang mereka temukan mencapai 79.975.
Laporan ini sendiri sudah diserahkan ke penegak hukum. Dia berharap, penegak hukum bisa aktif berkoordinasi dengan PPATK guna mengusut tuntas masalah ini.
Editor : Marlen Sitinjak
Sumber : Tribun Pontianak
