A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Anak Sekolah Simpan Duit Miliaran - Tribun Pontianak
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 28 Juli 2014
Tribun Pontianak

Anak Sekolah Simpan Duit Miliaran

Jumat, 2 Desember 2011 14:26 WIB
Anak Sekolah Simpan Duit Miliaran
IST
Anak Sekolah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan sejumlah rekening anak sekolah yang bernilai hingga miliaran rupiah. Tidak hanya itu, ada juga seorang bayi pun sudah ter-cover seluruh asuransinya.

Temuan mencengangkan itu disampaikan Direktur Pengawasan dan Kepatuhan PPATK, Subintoro. Pria ini mengatakan hal tersebut usai menjadi saksi ahli untuk terdakwa Gayus Tambunan di Gedung Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (1/12/2011).

"Lha, orang Indonesia ini kan bapak-bapaknya sayang sekali sama anak-anak dan istrinya," jelas Subiantoro sambil sedikit berkelakar.

Uang yang diduga sebagai hasil dari tindak pidana itu pun dialirkan ke keluarga pelaku. Inilah salah satu penyebab mengapa banyak Laporan Hasil Analisis (LHA) PPATK yang usianya justru masih sangat muda.

"Bayi 5 bulan saja bisa di-cover asuransinya. Kemudian anak-anak sekolah simpanannya bisa miliaran rupiah. Ini kan tentu harus ditanya nih uangnya dari mana," beber Subiantoro.

Modus ini sendiri bukanlah hal yang baru. PPATK sudah menduga bakal ada taktik baru dari pelaku untuk  menyembunyikan hasil pidananya. "Sebetulnya sudah lama modus seperti itu, tapi kita baru bisa mengungkapnya setelah melihat adanya aliran dana," tandasnya.

Sebelumnya, PPATK mencium adanya puluhan ribu transaksi mencurigakan. Berdasarkan hasil analisa mereka, dari jumlah sebanyak itu, 1.818 yang terindikasi tindak pidana.

Subiantoro mengatakan, PPATK sudah merilis mengenai temuan ini dalam laporan per November. Jumlah transaksi mencurigakan yang mereka temukan mencapai 79.975.

Laporan ini sendiri sudah diserahkan ke penegak hukum. Dia berharap, penegak hukum bisa aktif berkoordinasi dengan PPATK guna mengusut tuntas masalah ini.

Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas