Tribun Pontianak
Studi ke AS Semakin Fleksibel
Kamis, 17 November 2011 22:56 WIB
Share |
Belajar-ke-AS.jpg
IST
Ayo sekolah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Saat ini kesempatan pelajar Indonesia melanjutkan studi di Amerika Serikat (AS) semakin terbuka lebar. Selain terus meningkatnya jumlah beasiswa diberikan, juga karena berbagai kebijakan pemerintah AS terkait pendidikan yang kemudian membuat sistem pendidikan di negara tersebut kian dinamis, khususnya untuk para pelajar internasional.

Coordinator Education USA Indonesia, Erica Sjarif, menjelaskan, program pendidikan di AS sangat fleksibel. Hal itu memungkinkan setiap pelajarnya melakukan transfer dari satu universitas ke universitas laina.

Arti fleksibel di sini adalah, para pelajar internasional lulusan setingkat SMA yang mengambil program diploma (D-3) bisa melanjutkan program sarjananya di universitas lain.

"Transfer seperti itu adalah hal biasa. Misalnya, selesai dua tahun di community college, kemudian pelajar tersebut ingin melanjutkan ke jenjang sarjana, hanya cukup menempuh dua tahun lagi di universitas pilihannya," kata Erica kepada KOMPAS.com di Jakarta, Kamis (17/11/2011).

Hal menarik lainnya adalah diperbolehkannya para pelajar membuat sendiri jurusannya sesuai jurusan yang benar-benar menjadi minatnya. Sebagai contoh, program studi bio-teknologi yang merupakan gabungan dari dua jurusan, biologi dan teknologi.

Pada pelaksanaannya, para pelajar dimungkinkan mengikuti mata kuliah secara bergantian. Misalnya, si pelajar mengambil sebagian mata kuliah di jurusan biologi, sebagian mata kuliah lainnya di jurusan teknologi.

"Teman saya ada yang pernah mengambil program studi customer affair, itu mata kuliahnya merupakan gabungan dari mata kuliah jurusan psikologi, sosiologi, bisnis, dan komunikasi pemasaran," terangnya.

Ia menambahkan, para pelajar internasional juga akan "dimanjakan" dengan banyaknya jumlah universitas berkualitas. Menurutnya, sampai saat ini ada sekitar 4.700 universitas di AS yang telah terakreditasi.

"Selain kualitas, banyak kebijakan untuk memudahkan pelajar internasional, sehingga itulah mengapa AS tetap menjadi tujuan favorit pelajar internasional. Tahun 2011 ini beasiswa yang diberikan kepada pelajar Indonesia menjadi 200 setelah pada 2010 lalu hanya 100 beasiswa," ungkapnya.

Editor : Marlen Sitinjak
Sumber : Kompas.com