Rusminah Khawatir Flu Burung
Jumat, 12 Agustus 2011 20:31 WIB

Ilustrasi
Berita Terkait
- Kemenkes Ingatkan Kalbar Antisipasi Flu Burung
- Lepas Burung Pipit Setelah Berdoa
- Burung Ketapang Sering Kontes di Jakarta
- Peternak Pasrah, Ribuan Itik Dimusnahkan
- Waspada Serangan Flu Burung Pada Itik
- Pendirian Pasar Burung Sintang Diprotes Dewan
- Lomba Burung di Sanggau Meriah
- Virus Flu Burung masih Mengancam
- Unik! Burung Parkit Hafal Alamat
- Harga Kacer Rp 35 Juta
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Warga Kelurahan Bukit Batu, Rusminah sempat mengkhawatirkan kondisi orangtunya, R (70).
Sebab ketika Rusminah membawa Mr R ke RS Harapan Bersama, Kamis (11/08/2011) malam, petugas rumah sakit menyatakan R sebagai suspect flu burung (H5N1).
Malam itu juga, R langsung dirujuk ke RSUD dr Abdul Aziz. Setelah satu malam orangtuanya menjalani perawatan, Rusminah mendapat kabar baik dari pihak RSUD.
"Tadi malam saya sempat khawatir. Tapi sekarang sudah tenang. Katanya, orangtua saya tidak apa-apa," ungkap Rusminah saat ditemui Tribun di RSUD dr Abdul Aziz, Jumat (12/08/2011).
Menurut Rusminah, Kamis malam itu R menderita demam. Sementara sejak tiga hari sebelumnya, R menderita batuk dan sesak nafas. Kondisi demikianlah yang membuat Rusminah memeriksakan orangtuanya ke rumah sakit.
Rusminah dan R tinggal berlainan rumah, yang jaraknya hanya belasan meter. "Di rumah itu, bapak saya tinggal bersama ibu dan keluarga adik saya. Ada lima orang di rumah itu, namun hanya bapak yang sakit. Lainnya sehat-sehat saja," tuturnya.
Rusminah mengatakan, orangtuanya memelihara ayam dalam jumlah puluhan. Dua bulan lalu ada belasan ekor ayam yang mati. Pada hari Selasa (16/08/2011) lalu ketika R sudah jatuh sakit, seekor ayamnya juga mati tanpa diketahui sebabnya.
Menurut Rusminah, kematian ayam bagi warga di sekitar tempat tinggalnya, adalah hal biasa. Termasuk ketika dua bulan lalu belasan ekor ayam orangtuanya mati.
"Setiap tahun memang seperti itu. Bukan hanya ayam bapak saya yang mati, ayam tetangga pun juga banyak yang mati," katanya.
Sebab ketika Rusminah membawa Mr R ke RS Harapan Bersama, Kamis (11/08/2011) malam, petugas rumah sakit menyatakan R sebagai suspect flu burung (H5N1).
Malam itu juga, R langsung dirujuk ke RSUD dr Abdul Aziz. Setelah satu malam orangtuanya menjalani perawatan, Rusminah mendapat kabar baik dari pihak RSUD.
"Tadi malam saya sempat khawatir. Tapi sekarang sudah tenang. Katanya, orangtua saya tidak apa-apa," ungkap Rusminah saat ditemui Tribun di RSUD dr Abdul Aziz, Jumat (12/08/2011).
Menurut Rusminah, Kamis malam itu R menderita demam. Sementara sejak tiga hari sebelumnya, R menderita batuk dan sesak nafas. Kondisi demikianlah yang membuat Rusminah memeriksakan orangtuanya ke rumah sakit.
Rusminah dan R tinggal berlainan rumah, yang jaraknya hanya belasan meter. "Di rumah itu, bapak saya tinggal bersama ibu dan keluarga adik saya. Ada lima orang di rumah itu, namun hanya bapak yang sakit. Lainnya sehat-sehat saja," tuturnya.
Rusminah mengatakan, orangtuanya memelihara ayam dalam jumlah puluhan. Dua bulan lalu ada belasan ekor ayam yang mati. Pada hari Selasa (16/08/2011) lalu ketika R sudah jatuh sakit, seekor ayamnya juga mati tanpa diketahui sebabnya.
Menurut Rusminah, kematian ayam bagi warga di sekitar tempat tinggalnya, adalah hal biasa. Termasuk ketika dua bulan lalu belasan ekor ayam orangtuanya mati.
"Setiap tahun memang seperti itu. Bukan hanya ayam bapak saya yang mati, ayam tetangga pun juga banyak yang mati," katanya.
Penulis : M Arief Pramono
Editor : Marlen Sitinjak
Sumber : Tribun Pontianak
