Senin, 27 April 2015

Adik Gubernur Bantah Suap Rp 3 M

Jumat, 8 Juli 2011 03:24

Adik Gubernur Bantah Suap Rp 3 M
ANTARA/YUDHI MAHATMA
Dewi Yasin Limpo, mantan Caleg Partai Hanura dari Dapil Sulawesi Selatan I membantah menyuap anggota KPU Rp 3 miliar saat didaulat Panja Mafia Pemilu DPR, Jakarta, Kamis (7/7). Dewi Limpo termasuk saksi kunci kasus pemasuan surat putusan Mahkamah Konstitusi tentang penetapan kursi di DPR.

Dengan suara bergetar adik kandung Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo itu membantah tuduhan sebagai aktor intelektual di balik pemalsuan surat MK.

"Saya tidak tahu menahu mengenai surat yang katanya palsu. Dengan tuduhan tersebut ibaratnya saya ini dipancung sebelum ada putusan hukum. Saya protes keras terkait tuduhan itu," ujar Dewi. Tuduhan tersebut sempat dilontarkan Ketua MK, Mahfud MD berdasarkan hasil investigasi internal MK.

Selain itu, Dewi menepis informasi yang menyebut ia pernah menawari uang Rp 3 miliar kepada Anggota KPU I  Gusti Putu Artha, untuk membantu mendapatkan kursi di DPR. "Itu fitnah, pembunuhan karakter. Saya tak pernah menawari atau memberi suap. Untuk apa saya memberi suap," tegas Dewi.

Kendati demikian ia mengaku pernah menemui Putu Artha untuk memprotes pembatalan putusan KPU yang meloloskan dirinya sebagai anggota parlemen di Senayan. "Waktu itu saya menemui Pak Putu untuk protes, mengapa hak saya sebagai anggota DPR dibatalkan," kata Dewi.

Dewi mengaku tak sendirian ketika menemui Putu. "Saya datang dengan sejumlah orang. Untuk apa saya menawarkan uang, sedangkan KPU sudah membatalkan perolehan kursi saya di DPR. Saya siap dikonfrontir dengan Pak Putu," tantang Dewi.

Dewi justru minta Putu mengingat lagi, siapa sebenarnya yang menawari suap. "Jangan-jangan ada orang lain. Coba ingat-ingat Pak Putu, siapa yang bawain Rp 3 miliar," kata Dewi. Ketika bertemu Putu, menurut Dewi, anggota KPU itu justru mengatakan bahwa kasus Dewi unik karena sudah ada putusan MK, tetapi batal jadi anggota DPR.

"Dia bilang, sudahlah nanti saya bikin buku, saya taruh ibu di dalamnya," tutur Dewi menirukan kata-kata Putu. "Saya bilang saya tidak butuh buku," tegasnya.

Halaman123
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas