- Mueller Tak Takut Adu Penalti
- Jangan Sembarang Pilih Ban "Tubeless"
- Nilai UN Tertinggi Se-Pontianak, Risky Dapat Bonus…
- Polisi Pontianak Bekuk Tiga Pelajar Pemerkosa
- Bayern Selalu Kalah kalau Wasitnya Nicola Rizzoli
- Fatin: Hadiah Duit buat Papa dan Mama Naik Haji
- Ayah Fatin Shidqia Merinding
- Dubes RI untuk AS Jawab Protes Penghargaan untuk SBY
- Mahfud: Penghargaan SBY Tak Sesuai Fakta Lapangan
- Ini Cara Beli Tiket XXI Ayani Tanpa Antre
WELLINGTON, Tribunpontianak.co.id- Opini keras mengenai
pelarangan ekspor hewan ternak, terutama sapi hidup dari Australia ke
beberapa rumah pemotongan hewan (RPH) di Indonesia, masih terus
bergulir.
Senator Australia Nick Xenophon berpendapat, penundaan ekspor ini bukan langkah efektif, seharusnya ekspor harus benar-benar dilarang.
Hal ini terkait dengan tayangan jaringan televisi ABC yang menggambarkan pemotongan sapi dengan cara-cara yang tidak manusiawi di beberapa tempat pemotongan hewan tersebut.
Dari sekitar 120 RPH yang ada di Indonesia, saat ini sudah ada penundaan ekspor ke 11 RPH. Namun, ini baru 9 persen dari solusi yang dijalankan " ujarnya.
Ia menjelaskan, gambar penyiksaan hewan ternak hidup yang tergambar dari cuplikan program acara Four Corner di stasiun televisi ABC pada 30 Mei 2011 itu merupakan aktivitas yang sudah sistemik. "Ini bisa menjadi reputasi buruk untuk Australia," katanya.
Dalam program tayangan acara Four Corners berjudul "A Bloody Business" selama 45 menit, muncul bukti-bukti kuat bahwa tata cara pemotongan sapi melanggar tata cara internasional, di antaranya, sapi yang dipotong masih hidup dan menggelepar selama lebih dari 3 menit. Padahal, standar internasional menghendaki sapi yang disembelih sudah mati dalam masa 30 detik.
Sebelumnya, Australia pun pernah menghentikan ekspor binatang ternak hidup ke Mesir pada 2006. Penghentian ekspor dilakukan karena kekhawatiran adanya tindak penganiayaan dalam pengirimannya, tetapi kemudian pada 2008 keran ekspor kembali dibuka.
Menurut Biro Pusat Statistik Australia, pada periode Januari-Maret 2011, ekspor sapi Australia sebanyak 148.000 ekor. Sementara, menurut ABC, nilai ekspor sapi ke Indonesia senilai 300 juta dollar Australia per tahun dan akan meningkat menjadi 753 juta dollar Australia pada tahun fiskal tahun ini. (Rizki Caturin)
